Dari pengalaman saya pakai ponsel Android sampai beberapa kali melakukan penggantian ponsel Android. Makin lama justru kebutuhan akan RAM makin meningkat. Dari tahun 2011 waktu Android sudah berkembang pesan, kebutuhan RAM 512 MB masih mencukupi, tapi seiring perkembangan zaman dan aplikasi yang up to date, kapasitas RAM di masa lalu dan kini justru berbeda jauh.
Di tahun 2013 RAM 512 MB sudah mulai kurang mencukupi, beberapa vendor mulai menggelontorkan ponsel Android dengan kapasitas RAM 1GB hingga 2 GB. Kini, di tahun 2016, RAM 2 GB pun saya masih merasakan belum mencukupi. Ini saya alami pada ponsel Meizu M2 note dan Huawei P8 lite di tahun 2016.
Beberapa user biasanya mengaitkan ini dengan faktor banyaknya aplikasi yang berjalan dan bloatware yang banyak tertanam pada ponsel tersebut. Ya, itu bisa jadi faktor pemicunya. Pada kasus Huawei P8lite saya, meski saya sudah kurangi aplikasi yang berjalan. Tidak ada BBM, tidak ada Facebook, tetap saja ada waktu di mana ponsel tersebut mengalami lag, bahkan pada OS Marshmallow pun pernah saya alami lag parah.
Sistem UI, aplikasi, biasanya jadi faktor utamanya. Aplikasi yang up to date memaksa ponsel harus mempunyai kapasitas RAM yang tinggi. Android, sistem yang open source ini memang digandrungi banyak orang karena mudah dicustomisasi dan bebas instal aplikasi dari luar web store. Beda sekali dengan iPhone, manajemen RAM pada Android kurang begitu bagus, sehingga tidak mengherankan bila suatu saat Android dengan kapasitas RAM 2 GB ataupun 3 GB tidak akan leluasa lagi.
Dari pengalaman saya pakai Android, RAM 2 GB saat ini tidak cukup lagi, harus ditingkatkan lagi menjadi 3 GB atau 4 GB.








