Minggu, 30 Juli 2017

Cara Tambah Ringtone Jadi Nada Panggil Di iPhone

Hal ini udah pernah saya pikirkan waktu pertama pakai iPhone di tahun 2016. Saya pernah tanya ke Apple Support, mereka jawab iPhone belum bisa seperti Android di mana tiap beli lagu dari iTunes Store kemudian dijadikan nada panggil. 

Setelah saya cari informasinya di internet, akhirnya saya tes sendiri dan hasilnya sukses, saya bisa menambah ringtone yang saya download dari PC untuk dijadikan nada panggil iPhone. Saya pake cara transfer via iTunes di PC. Berikut cara saya menambah lagu (ringtone) ke iPhone:

1. Pastikan ringtone atau lagu yang mau ditambahkan ke iPhone sudah siap, ada di PC.
2. Buka iTunes di PC, kemudian sync iPhone yang sudah terhubung ke PC. Cari lagunya, kemudian drag saja ke iTunes (saat drag nanti ada semacam kotak dengan garis warna merah, lalu lepas dragnya, maka lagu tersebut akan muncul di iTunes, otomatis bertambah juga di ponsel iPhone kalau dicek di Music
3. Klik lagu yang baru saja ditambahkan tadi, lalu klik kanan, pilih Get info, lalu pilih Option, nah tentukan waktu stop tidak lebih dari 30 detik. Misal waktu start dari 01:24, maka stop di 01:53.
4 Setelah OK, klik lagi lagu tersebut, kemudian pilih File di kiri atas, pilih Convert, lalu Create AAC version pilihannya. Nanti akan muncul lagu yg sama hanya saja panjangnya hanya berdurasi 29 detik
5. Lagu AAC yg berdurasi 29 detik di iTunes tadi di-cut saja kemudian paste ke folder PC atau di desktop PC biar mudah buat dicari. Rename nama lagu tadi yang sudah dipindah ke folder atau deskop PC tadi jadi berakhiran .m4r
6. Jika sudah, copy atau cut lagi .m4r itu untuk di-paste (drag) ke iTunes. Nanti kalau dicek di bagian Tones, lagu .m4r tadi akan muncul
7. Pilih icon iPhone, lalu pilih Tone, pilih selected tone, kasih centang lagu .m4r tadi untuk disinkronkan ke iPhone, lalu klik Apply. Selesai, tutup iTunes di PC lalu cabut mabel data yang terhubung ke PC, lalu masuk ke menu Settings di iPhone, pilih Sounds, cek ringtone-nya, nanti di bagian paling atas akan muncul nama lagu .m4r tadi

Selain cara di atas, ada cara yang lebih simpel tanpa bantuan PC, tapi harus instal aplikasi di Appstore yang namanya Garage band. Saya sudah lihat aplikasinya, kapasitasnya 1,4 GB.

Sumber:

https://macpoin.com/111416/seperti-inilah-cara-membuat-ringtone-di-iphone/

Kamis, 20 Juli 2017

New Update: iOS 10.3.3, perbaikan bug dan peningkatan keamanan

Hari ini di iPhone 5s sudah menerima update sistem dari Apple. Update ke sistem 10.3.3.

Tidak ada perubahan, hanya perbaikan keamanan dan bug saja. Ya, setelah beberapa kali pake Android, akhirnya saya kembali ke iPhone 5s. Di iOS 10.3.3 kinerja nggak ada kendala, cepat, multitasking oke. Karena tidak ada file manager seperti halnya Android, dalam menulis blog, jika ingin menambahkan foto, jadi tidak bisa.

Dari hasil pemakaian sehari-hari (pertama kali saya pake iPhone 5s itu (Mei 2016), dari iOS 9.2 sampai 9.3, semua berjalan dengan baik, bagus, nggak ada virus, atau file ancaman lainnya.
Bahkan iPhone 5s yg dipakai saat ini pun iOS 10.2 sebelumnya berjalan lancar, nggak ada kendala. Sistem yg tertutup ini membuat iPhone lebih aman. Kecanggihan dari desain sendiri chipset dan sistem iOS - nya menurut Apple merupakan yang terbaik yang mereka buat. Oleh karena itu iPhone itu diklaim sebagai smartphone yang canggih, nggak ada lag seperti Android. Tombol back tidak pernah dibuat untuk iPhone maupun iPad (padahal mendiang Steve Jobs pernah menginginkan tombol back diadakan di iPhone*). Itu diketahui dari perdebatan antara desainer Apple Imran Chaudri dengan Jobs melalui buku yg dikarang Bryan Merchant. Tapi akhirnya desainer Apple waktu itu memenangkan debat soal tombol back.

Bisa kita lihat dari awal munculnya iPhone hingga saat ini iPhone seri 7 selalu ada tombol home yang tidak berubah selama 1 dekade dan tanpa tombol back.








* Berdasarkan buku Bryan Merchant yang berjudul  The One Device: The Secret History of the iPhone

https://telset.id/172033/ternyata-steve-jobs-ingin-tombol-back-ada-di-iphone/

Minggu, 25 Juni 2017

iOS: Masih (pandangan saya) yang terbaik


Akhirnya saya kembali lagi ke iPhone 5s. Meski lyar kecil, untuk mengetik tidak senyaman ponsel berlayar 5 inci atau lebih, sistem iOS dan dukungan aplikasinya itu menurut saya masih lebih baik di iOS.

Satu hal yang jadi perhatian adalah sistemnya tertutup, tidak bisa sebebas Android. Musik harus beli di iTunes Store (meski ada cara transfernya dengan bantuan PC). Aplikasi dan game sebagian berbayar, tentunya kualitasnya tidak diragukan lagi. Dari salah satu game yang pernah saya coba, sangat bagus, tidak ada kendala, efek suara dan musik untuk game pertarungan HD bisa secara real time bunyi bersamaan. Beda halnya dengan Android saat saya tes game yang sama, suara efek bunyinya telat.

Untuk sistem, iPhone 5s masih sangat bisa diandalkan meski kalau dilihat tahun rilisnya sudah ketinggalan. iOS tetap up to date, bahkan masih menerkma update sampai iOS versi 10.3.2, ia juga dirumorkan masih akan menerima update iOS versi 11. Saya suka desainnya yang simpel, bahan casing berkualitas. Kemudian, keamanan iCloud nya tinggi. Untuk pemakaian sehari-hari, baik browsing, chatting, texting, musik, video streaming hingga game, sudah sangat bagus. 

Dukumgan dari Apple pun sangat membantu. User dimanjakan oleh Apple, saat komplain, mereka menjawab bahkan mereka bisa menghubungi user yang bersangkutan untuk memastikan keluhan user tersebut terjawabkan dengan bantuan mereka.

Selasa, 06 Juni 2017

Vivo jadi sponsor resmi Piala Dunia 2018: Hebat

Saya sebagai pengguna Vivo V5 juga nggak menyangka ya, Vivo bisa membuat FIFA untuk memilihnya jadi sponsor resmi untuk Piala Dunia 2018 dan 2022, tidak tanggung-tanggung, kontrak yang cukup lama ini membuat Vivo semakin gencar untuk mempromosikan produknya di dunia global..

Di Indonesia sendiri, Vivo sangat gencar promosi produk-produknya, bahkan ponsel yang digadangkan sebagai ponsel selfie dari tipe Vivo V5 warna gold dan rose gold yang dibawa ke Indonesia jadi ponsel yang populer, Kemudian dalam beberapa waktu, diluncurkan Vivo V5 Plus yang mempunyai spesifikasi lebih tinggi juga ternyata disukai konsumen dan yang terbaru, Vivo V5s yang diklaim dipesan sebanyak 10.000 unit juga menjadi kesuksesan Vivo dalam mengenalkan brand Vivo kepada konsumen. Produk dengan harga yang cukup terjangkau, di mana spesifikasi yang ditawarkan cukup mumpuni ternyata disukai konsumen. Saya user Vivo V5, menurut saya produk ini cukup bagus untuk pemakaian sehari-hari, meski spesifikasinya kurang cocok untuk gamer, tapi fitur-fiturnya cukup bagus.

Selain gencarnya promosi, mengandeng artis-artis lokal juga jadi strategi promosi Vivo dalam mengenalkan brandnya. Bahkan Vivo sudah merencanakan akan membangun pabrik keduanya di Indonesia. Mereka juga merencanakan membangun pusat riset. Pencapaian TKDN yang diklaim sudah memenuhi 32%, perencanaan bangun pabrik dan gencarnya promosi produk, tampaknya ini semua yang membuat FIFA memilihnya jadi sponsor resmi Piala Dunia.

Hebat, kita tunggu saja sepak terjang Vivo ke depannya saat Piala Dunia dimulai, produk-produk smartphone Vivo tentunya akan digunakan dijadikan ponsel resmi yang digunakan seluruh staff FIFA.

Senin, 29 Mei 2017

New Update Vivo V5: Versi 3.4.3






Vivo V5 ada update software terbarunya lagi, yakni versi 3.4.3. Ada beberapa perbaikan pada changelognya.

New version:3.4.3(210 MB)
(1) Improved fingerprint performance
(2) Optimized the compatibility between the system and some third party apps to make the system run more smoothly
(3) Optimized the touch screen function
(4) Optimized audio effects
(5) Optimized the details of some graphical user interfaces (GUI) to improve their performance
(6) Optimized the power consumption of some scenarios


Untuk tampilan, menu, OS Android juga masih Marshmallow, tidak ada perubahan.

Sabtu, 27 Mei 2017

Vivo V5 (vivo 1601): Untuk selfie, multitasking, masih oke





Saya pakai Android smartphone Vivo V5, sudah genap 3 bulan, hingga kini masih oke dan performa bagus. Tidak ada komplain untuk internet 3G / 4G LTE, music / video (beberapa user menyebutkan kalau ponselnya stop sendiri atau otomatis tiap selang beberapa menit saat music atau video), instalasi aplikasi (untuk pindah aplikasi ke microSD belum pernah coba, karena saya pakai dual SIM card), heating (panas berlebih). Secara keseluruhan bagus, tidak ada kendala. Untuk pindah aplikasi ke microSD, menurut saya Android OS kalau sudah 6.0 dan makin update ke versi berikutnya, sudah hampir tidak memungkinkan lagi untuk pindah aplikasi lagi. Mungkin ini yang membuat sebagian besar vendor merilis Android dengan memori internal yang lebih besar.

Untuk urusan update OS memang Vivo itu kalau menurut mirip Xiaomi. Kalau di Xiaomi, dai lebih mementingkan update MIUI, untuk Vivo, menurut saya update FunTouch dan versi software - nya, sedangkan versi Android masih Marshmallow.

Bagi penyuka selfie, multitasking, Vivo V5 udah bagus meski hasil kameranya sebagian user bilang kurang bagus, bagi saya untuk pemakaian sehari-hari udah mumpuni. Vivo V5 punya banyak fitur, dari double tap to wake up screen dan close screen, draw gesture untuk memulai musik, kamera, hingga wave hand to see notification (tangan menyapu dengan ketinggian 3 cm di atas layar ponsel), fitur ini untuk melihat jam dan notifikasi yang masuk saat layar dalam posisi gelap. harganya juga sudah mulai turun. Ditambah lagi, Vivo V5s sudah hadir.

Sabtu, 20 Mei 2017

Kredit Ponsel

Yang namanya kredit ponsel biasanya rata-rata orang pasti mau ikutan. Karena dengan kredit, beli ponsel bayarnya dicicil.

Sekarang sudah ada Home Credit, Kredivo, Kredit Plus, Aeon Credit, Akulaku, dan nama-nama lainnya. Yang namanya kredit, selain kartu kredit, jatuhnya pasti lebih mahal dari harga tunai. Rata-rata mereka mengenakan DP yang besarannya berkisar 20%.

1. Akulaku

Ini perusahaan Malaysia, yang memberikan pembiayaan bagi konsumen untuk membeli barang. Akulaku ini sifatnya online. Pemesanan barang hanya bisa dilakukan bagi pelanggan yang sudah instal aplikasi ini baik di Play Store maupun Appstore dan sudah disetujui proses pengajuannya. Bagi yang sudah disetujui akan memperoleh limit, besarnya pasti yang menentukan ya Akulaku sendiri.

Akulaku ini perusahaan pertama di mana saya mengajukan kredit, disetujui Akulaku. Waktu saya ajukan pengisian data-data pelanggan banyak dan banyak upload-upload foto (yang sekarang kayaknya lebih mudah). Waktu saya ajukan, prosesnya sehari langsung disetujui. Nggak hanya hp aja yang dijual, barang lain juga ada. Tapi untuk saat ini fokusnya ke hp.

Pelayanannya sih menurut saya masih jauh dari harapan, live chat jaranf dibalas, setelah sekian hari dulu baru ada balasan. Dari pengalaman saya beli barang melalui Akulaku, kecewanya juga ada, 8 hari baru sampailah, pernah juga 9 hari statusnya tidak jelas. Tapi pernah 2 kali beli, dalam 2 hari sudah sampai. Yang seperti yang saya harapkan sih dan tentunya pelanggan lain.

Untuk pembayarannya normal, pakai ATM itu yang lebih mudah, metode lainnya suka tidak bisa.

2. Home Credit

Nama ini populer kalau datang ke Roxy Mas. Mas-mas dan mbak-mbak berkemerja merah dengan nama PT tersebut sudah bisa ditebak, para sales Home Credit. Ini pengajuannya mudah sekali menurut saya, bermodalkan KTP + dokumen lain ditambah dokumen lainnya lagi. Biasanya dokumen wajib itu ada 2: KTP dan satu lagi bisa SIM kendaraan, NPWP, KK, kartu kredit, atau lainnya. Semakin banyak dokumen ya makin bagus. Bahkan calon pelanggan yang dokumennya 2 saja bisa disetujui, begitu, yang saya dengar dari mulut si sales. Prosesnya pun cuma makan 30 menit hingga 1 jam untuk mengetahui statusnya disetujui atau ditolak.

Orang bilang kredit model begini mahal. Saya akui mahal. Kalau barang yang dibeli tidak ada promo sama sekali, jatuhnya mahal sekali, selisih bisa di atas Rp1 juta kalau ditotal. Biasanya berapa kali angsurnya itu tidak bisa dipilih, sudah ditentukan dari pihak pemberi kredit. Ya, bisa 6 bulan, bisa juga 10 bulan atau mungkin lainnya. Kalaupun misalnya Home Credit mengadakan promo cicilan 0% misalnya, tetap saja, ditotal akan selisih, biasanya lebih mahalnya lebih sedikit, biasanya tidak sampai Rp600.000 selisihnya. Itu setahu saya. Kok tetap lebih mahal? Namanya juga kredit tanpa kartu kredit.

3. Kredivo

Yang satu ini mungkin dari luar negeri juga (mungkin ya, saya belum tahu juga). Ini sebenarnya cepat juga prosesnya. Setelah instal, buka aplikasi Kredivo, tinggal daftar buat ajukan kredit. Ada pilihannya saya lihat, kalau cara reguler bisa memakan 2 hari, ada juga yang ekpres, dalam hitungan jam seharusnya sudah ketahuan. Yang ekspres ini ada wajib link bank account nya. Kalau saya lihat skemanya, mirip Akulaku, DP 20%, sisanya dicicil. Untuk Kredivo ada pilihan mau bayar dalam 30 hari, angsur 3 kali, angsur 6 kali atau angsur 12 kali. Semakin lama angsurnya, semakin jauh selisih harga tunai dengan kredit

Ya baru itu saja yang saya amati sih. Kalau untuk yang cepat prosesnya pengajuannya, saran saya pilih Home Credit atau Kredivo. Kalau yang lebih cepat lagi begitu disetujui bisa bawa pulang ponsel idaman, pilihlah Home Credit. Tentunya jangan lupa bayar angsuran tiap bulan. Pesan saya sih jangan suka telat-telat bayar, bisa-bisa pelanggannya nanti ditanyain, diteleponin terus. Dan alhasil, nama pelanggan jadi jelek di mata pemberi kredit manapun.

So, guys, kredit ponsel itu nggak apa kok. Selama kita sanggup untuk membayar angsuran, nggak apa-apa beli ponsel pake cara kredit tanpa kartu kredit, toh tidak semua orang punya jumlah uang yang lebih untuk membayar ponsel yang dibeli.

Jumat, 12 Mei 2017

Update Vivo V5: Versi software 3.3.4

Update berikutnya dari Vivo V5 versi software 3.3.4. Berikut changelognya:


New version:3.3.4(118 MB)
(1) Optimized audio effects
(2) Optimized battery charging functionality
(3) Corrected the inaccurate translations of a few languages
(4) Optimized network speed
(5) Set 4G network as priority in default network settings.
(6) When two SIM cards are inserted, the SIM card in slot 1 will be used as the data card


Untuk charging menurut nggak ada beda dengan versi 3.2.3. Lamanya waktu charge dari 21% ke 100% hampir 3 jam untuk jadi penuh. Mengenai SIM card pertama jadi prioritas, saya tes pindah data SIM card 1 ke SIm card 2 di menu setting bisa, tapi nanti dicoba lagi saat SIM card 2 ada kuotanya.

Selasa, 09 Mei 2017

Vivo V5s: Sudah bisa dipesan





Setelah Vivo rilis V5 Plus, kini V5s ikut dihadirkan juga. Sudah bisa dipesan di website jd.jd.id

Sebelum dirilis, saya udah baca-baca spesifikasinya di www.gsmarena.com, spesifikasinya hampir sama dengan Vivo V5, yang ada perubahannya hanya di memori internal, jadi 64 GB an versi software FunTouch 3.0 yang terkini. Selebihnya sama dengan Vivo V5.
Saya sebagai user Vivo V5 hingga saat ini agak kecewa juga sih, Vivo V5 Lite juga ikut dirilis, beda di kapasitas RAM dengan V5, kini V5s ikut dirilis. Kecewanya V5s itu spesifikasinya bisa dibilang hanya berbeda sedikit sekali dengan V5. Kamera sama, prosesor dan GPU juga sama. Harganya beda sedikit. Kalau mau V5s seharusnya bisa lebih baik dari V5 Plus, misal pakai Snapdragon 808.

Sekarang kalau sudah dirilis, user bisa tentu pilihnya V5s, nah V5 jadi agak terabaikan, harganya tidak jauh beda. Itu pendapat saya.

https://sale.jd.id/m/act/OQVnbDXoyB1UG.html?_ga=2.259933320.308480157.1494312272-1904727670.1494312272

Sabtu, 06 Mei 2017

Akulaku: Pesanan keempat sama bagusnya dengan pesanan kedua





Meski masih meragukan, tidak ada salahnya mencoba lagi. Begitulah. 
Ternyata hasilnya mulai baik kembali. Pesan tanggal 2 Mei 2017, barang tiba tanggal 5 Mei 2017. Beginilah seharusnya Akulaku, supaya pelanggan bisa tetap menggunakan Akulaku.
Aplikasi ini sudah beberapa kali update, untuk versi terkini, ada tambahan fitur baru, yakni poin kredit.

Poin kredit ditentukan dari 0 hingga 1.000. Semakin tinggi makin baik. Makin tinggi poin, maka limit kredit makin bertambah, biaya administrasi jadi lebih murah. Untuk meningkatkan poin, Akulaku menilai dari banyaknya item yang dibeli pelanggan dan ketepatana waktu membayar cicilan. Hmmm, menarik juga sih. Nah, bagi pelanggan Akulaku yang mau belanja dengan cara mencicil tanpa kartu kredit, Akulaku masih bisa diandalkan.

iQOO Z7: Pemakaian 2 Tahun

  Tidak terasa, waktu cepat berlalu, iQOO Z7 kini sudah 2 tahun digunakan. Masih menggunakan temper glass lama dan softcase bening bawaan. D...