Selasa, 09 Maret 2021

Oppo Reno A74: Ada varian 4G dan 5G

 





Oppo tampaknya akan rilis ponsel baru lagi, seri A74. Suksesor A73. Oppo A74 akan hadir dalam dua varian: 5G dan 4G.

Nah, jika Oppo A73 layarnya 6,5 inci, Oppo A74 ini layarnya akan lebih besar, diprediksi 6,8 inci. Di bagian belakangnya terdapat 3 lensa kamera dengan konfigurasi kamera utamanya 48 MP. Dua kamera lagi belum diketahui. Kedua smartphone ini akan pakai memori internal 128 GB, baterai 5.000 mAh dan charger 33W. Menariknya Oppo A74 5G akan hadir dengan Android 11, sedangkan Oppo A74 4G masih menggunakan Android 10. 

Belum diketahui mengenai harga dan kapan kedua ponsel ini akan dijual.


Senin, 08 Maret 2021

Vivo X60 Versi Global Dijadwalkan Rilis 22 Maret 2021

 



Vivo X60 series versi global dijadwalkan akan rilis 22 Maret 2021. Vivo X60 series ini akan pakai Snapdragon 870.

Untuk versi global, Vivo X60 series diduga akan rilis dalam dua versi, Vivo X60 dan X60 Pro dan salah satu pasar globalnya adalah Malaysia. Varian warna yang akan hadir ada dua, Midnight Black dan Shimmer White.

 


Minggu, 07 Maret 2021

Good Bye Realme 7, Wellcome Poco X3 NFC

 


Saya termasuk pengguna smartphone yang tidak suka dengan bug / gangguan pada smartphone yang sangat mengganggu keseharian seseorang dalam memakai smartphone. Salah satunya adalah mengetik. Bisa dibayangkan bagaimana rasanya kalau Anda termasuk orang yang pekerjaannya atau kesehariannya mengirim pesan / menulis di smartphone, yang seharusnya Anda terbiasa mengetik cepat menjadi harus terganggu setiap saat karena respon dari virtual keyboard lambat atau terjadi delay touch. Itulah yang dialami saya sewaktu masih pakai Realme 7.

Sedikit mengingat kembali Realme 7. Realme 7, spesifikasinya sudah sangat memenuhi ekspetasi saya. Namun apa daya, jika ternyata software Realme 7 (Realme UI 1.0) itu terdapat masalah yang tidak bisa diselesaikan. Bayangkan, dari awal pakai sudah terjadi ghost touch. Ghost touch itu adalah istilah di mana sentuhan layar pada handphone bergerak sendiri tanpa ada yang menyentuhnya. Setelah dilakukam pembaruan, isu ghost touch sudah mulai berkurang, pembaruan lagi, semakin berkurang, hingga pembaruan terakhir, semakin hampir tidak terjadi isu ghost touch lagi, namun justru terjadi delay touch dan ini yang tidak sembuh sembuh.

Delay touch adalah di mana saat user mengusap layar (swipe) ke kiri/kanan/atas/bawah, yang seharusnya sekali usap dan cukup dengan sentuhan lembut nan pelan, ponsel sudah bereaksi menjadi tidak mau bereaksi, sehingga diperlukan tenaga ekstra untuk mengulanginya lagi. Delay touch juga berlaku untuk sentuhan pada virtual keyboard. Yang tadinya sentuh pelan karakter keyboard sudah muncul di layar menjadi kadang-kadang tidak mau muncul di layar dan harus sentuh dua atau tiga kali dan itupun sentuhannya menjadi harus ada sedikit tekanan. Ini yang sangat mengganggu.

Pembaruan terakhir saat itu pada Realme 7 adalah versi software RMX2151_11_A.83. Bahkan saya sudah coba melakukan hard reset ponsel, sama aja, delay touch tetap ada. Kejadian muncul delay touch itu tiap hari dan bisa hadir di menit / jam berapa saja. Namun jika isu delay touch sudah muncul, user bisa sentuh icon matikan layar (lockscreen icon) lalu buka layar kembali agar delay touch hilang. Ini hanya bersifat sementara dan nantinya akan muncul lagi. Karena tidak tahan dengan gangguan yang tidak terselesaikan, akhirnya saya beralih ke smartphone Xiaomi. 


                                 

                                 



Awalnya sempat ragu akan mengambil Poco X3 NFC, namun harga yang ditawarkan saat itu menggiurkan.  Jadi, akhirnya saya pilih Poco X3 NFC. Bagi saya, spesifikasi yang diberikan hampir sama dengan Realme 7, hanya saja prosesor dari Poco X3 NFC ini pakai Snapdragon 732. Kebanyakan orang membeli Poco X3 NFC ini untuk keperluan gaming. Saya tidak. Dari desain, Poco X3 NFC terlihat lebar dan besar dan sedikit lebih berat dibanding Oppo K3. Meski demikian bagi saya sama saja, selisih yang sedikit tidak mempengaruhi kebiasaan saya menggenggam ponsel dan memakainya. Dengan boks warna kuning di bagian bawah dan hitam di bagian atasnya, paket penjualan Poco X3 NFC terdapat kartu garansi, manual guide singkat, unit ponsel, kabel data, kepala charger 33W, berserta PIN pembuka slot SIM card tray dan softcase bawaan bening. Layar unit ponsel sudah dilapisi antigores.

Desain sensor sidik jari juga ditempatkan di sisi kanan bodi ponsel dengan bentuk memanjang secara vertikal. Akurasinya sangat bagus. Sama-sama menggunakan layar IPS toh, makanya tidak tertanam di layar. Sebelah atas masih sisi kanan ada tombol volume, di sisi kiri terdapat slot SIM card hybrid. Poco X3 NFC ini saya lihat desain slot SIM card nya berbeda. Biasanya, SIM card 1 itu posisinya selalu menjadi SIM card 1 dan SIM card 2 menempati posisi SIM card 2 yang berfungsi juga sebagai microSD jikalau slotnya hybrid. Pada Poco X3 NFC justru terbalik. Posisi SIM card 1 itu bisa jadi slot microSD juga, sehingga SIM card 2 berada di slot SIM card 2. Jika user memakai microSD, maka SIM card yang ia pakai akan berada di slot SIM card 2. Di bagian tengah layar, atasnya terdapat lubang kamera depan (punch hole). Sisi belakang atasnya ada kamera belakang yang desainnya kurang saya suka, berbentuk agak oval persegi panjang yang menonjol. Rentan tergores. Di bawahnya terdapat tulisan POCO yang besar. Lalu, di bagian bawah bodi ponsel terdapat port jack audio 3,5 mm, port charger, mic and speaker di sisi kanan. Di bagian paling atas ada earpiece.

Software Poco X3 NFC yang saya beli sudah Android 10 dengan MIUI 12.0.5 dengan patch keamanan September 2020. Ternyata software yang diberikan sangat baik sekali, saya tidak menemukan adanya bug delay touch seperti di Realme 7 dan masalah ghost touch. Mengetik cepat bisa saya lakukan dengan sangat baik tanpa adanya gangguan delay touch. Pada notifikasi bar yang jika ditarik dari atas ke bawah, terdapat banyak sekali icon dengan fungsi masing-masing, seperti lockscreen, screenshkt, cast, Mi share, Bluetooth, WiFi, NFC, DND, auto brightness, aeroplane, vibrate, hotspot, dsb secara default. Sedangkan sisi kiri jika user menggeser layar ke kanan pada homescreen akan muncul tampilan seperti di bawah ini:





Performa pada Poco X3 NFC varian 128 GB / 8 GB sangat baik dalam hal game dan multitasking. Ada aplikasi yang saya tinggalkan cukup lama, kemudian saya kembali ke aplikasi tersebut, ia tidak reload. Karena saya bukan gamer, jadi saya tidak akan bahas performa dalam bermain game secara detail. Perfoma dalam main game moba, saya hanya tes satu saja, sudah cukup bagus. Nah ada yang sedikir berbeda di Poco X3 NFC. Ia didesain ada getaran pada bagian bodi belakang saat user misalkan memainkan musik atau bermain game. Tidak mengganggu, memang didessint seperti itu untuk menambah suasana lebih dalam hal gaming saya pikir.

Hasil kamera juga cukup oke, fitur-fiturnya juga lumayan bagus. Baterainya diberi 5.160 mAh dengan charger bawaan 33W, tergolong cepat pengisian baterainya. Terdapat NFC yang cukup akurat. Secara keseluruhan, Poco X3 NFC memenuhi harapan saya.







Sabtu, 06 Maret 2021

Oppo Find X3 Pro Akan Menjadi Smartphone Pertama Yang Pakai Layar LTPO

 


Oppo Find X3 series diduga akan pakai layar LTPO dari Samsung. Bocoran ini datang dari seorang pembocor Ice Universe melalui Twitter. Layarnya ini diduga akan dukung refresh rate 5 Hz sampai 120 Hz. Ponsel Oppo Find X3 series yang diduga pakai layar LTPO adalah varian Pro.

Selain itu, Oppo Find X3 Pro juga menjadi lawan berat dari OnePlus 9 Pro yang sama-sama akan msnggunakan layar LTPO dan diduga hadir lebih dulu di tanggal 8 Maret 2021. Oppo Find X3 Pro juga diprediksi pakai kamera 50 MP sensor SonyI MX766, baterai 4.500 mAh dan charger 65W.


Jumat, 05 Maret 2021

IQOO Neo5 Akan Dibekali Charger 66W

 





Menurut saya IQOO ini cukup menarik perhatian. Ponsel flagship IQOO 7 dibekali charger 120W dan ponsel bisa terisi penuh hanya dalam waktu 15 menit. IQOO 7 juga merajai skor AnTuTu. Kini, muncul lagi akan hadirnya produk baru dari IQOO, yakni IQOO Neo5. IQOO Neo5 dikabarkan akan pakai charger 88W namun info terbaru yang beredar, IQOO Neo5 akan dibekali charger 66W. 

IQOO tidak memberitahukan spesifikasi yang akan dipakai ponsel ini, namun untuk prosesornya sudah dikonfirmasi akan pakai Snapdragon 870, memori penyimpanan UFS 3.1, layar 120 Hz, dan RAM 15 GB dengan teknologi Fusion. Dengan charger bawaan 66W, IQOO Neo5 dapat terisi penuh dalam waktu 30 menit. Baterai ponsel ini dibekali 4.4440 mAh. IQOO Neo5 akan hadir nanti 16 Maret 2021. 

Kita tunggu saja nanti setelah dirilis, spesifikasinya tentu akan menarik sekali untuk diketahui.

Kamis, 04 Maret 2021

Xiaomi Mi 11 Ultra Sudah Terdaftar Di website Kemenperin

 




Xiaomi tampaknya juga tengah menyiapkan salah satu varian dari Mi 11, yakni Mi 11 Ultra akan dihadirkan di Indonesia. Kehadiran ponsel tersebut terlihat sudah terdaftar di website Kemenperin dengan kode nama M2102K1G. 

Ponsel ini akan menjadi varian dari Xiaomi Mi 11 yang paling tinggi. Kabarnya Mi 11 Ultra akan pakai layar AMOLED 6,81 inci dengan resolusi WQHD dan refresh rate 120 Hz dengan prosesor Snapdragon 888, baterai 5.000 mAh serta charger 67W dan dukung wireless charging 67W pula. Untuk kameranya juga akan menjadi nilai tambah dengan konfigurasi kamera belakang 560 MP, 48 MP ultrawide, 48 MP periskop. Jika sudah terdaftar di website Kemenperin, tentunya Mi 11 Ultra biasanya akan meluncur dalam waktu dekat. 

Kita tunggu saja. Pasti kehadirannya akan ditunggu Mi fans dan konsumen lain. Jika kita melihat ke belakang, Xiaomi Indonesia sempat absen dengan produk ponsel kelas atas sejak Xiaomi Mi 5 series. Mi 6, Mi 8 hingga Mi 9 series dilewatkan, tidak hadir di Indonesia. Pada waktu itu, Xiaomi hanya merilis Mi 8 Lite (seri terendah dari Mi 8). Namun di tahun 2020, Xiaomi mulai mendengar keiniginan fansnya untuk menghadirkan ponsel flagship di Indonesia dengan menghadirkan Xiaomi Mi Note 10 dan Mi 10. Nah, bila Mi 11 series juga hadir, ini akan menjadi sangat ditunggu-tuinggu.


Rabu, 03 Maret 2021

IQOO 7: King of AnTuTu Score Since February 2021

 



IQOO 7 dinobatkan menjadi rajanya ponsel AnTuTu. Pasalnya, skor hasil uji ponsel tersebut menjadi tertinggi dibanding smartphone lainnya. Pasalnya skor AnTuTu yang diperoleh tembus di atas 729.000. Menempati urutan kedua ada Vivo X60 Pro di mana skor AnTuTu miliknya hanya terpaut selisih 14 poin.

Ponsel Huawei Mate 40 Pro juga termasuk salah satu smartphone dengan skor AnTuTu yang tinggi, menempati urutan kelima dengan skor di atas 680.000. Prosesor buatannya sendiri memang sangat menjanjikan karena bisa bersaing dengan Qualcomm.

Ya, skor AnTuTu memang tidak bisa selalu menjadi patokan untuk mengukur kinerja smartphone. Skor yang didapat AnTuTu ini adalah hasil rata-rata dari ponsel yang diujinya. Dengan demikian terlihat bahwa Qualcomm Snapdragon 888 sangat buas dan memimpin dalam hal skor AnTuTu.

Selasa, 02 Maret 2021

Spesifikasi Oppo Find X3 Series Sudah Diketahui

Kini, bocoran Oppo Find X3 series terkuak, berikut desain ponselnya. Terdapat 3 varian yang akan dirilis nantinya, Oppo Find X3 Pro, Oppo Find X3 Neo dan Oppo Find X3 Lite. Ketiga ponsel menggunakan kamera depan yang sama, 32 MP.



Oppo Find X3 Pro menjadi varian yang tertinggi kastanya. Ia dibekali prosesor Snapdragon 888 dengan paduan memori 256 GB dan RAM 12 GB. Kemudian layarnya punya bentang 6,7 inci dengan resolusi quad HD plus, 120 Hz refresh rate, dengan LCD AMOLED, sensor sidik jari juga tertanam di dalam layar.

Di belakangnya tersusun kamera dengan bentuk seperti segitiha. Kamera utamanya diyakini 50 MP, 50 MP ultrawide, 13 MP periskop dan 5 MP lensa mikro. Sisi baterainya pakai kapasitas 4.500 mAh dengan dukungan charger 65W. Selain itu, ia juga sudah dibekali ketahanan air IP68.






Oppo Find X3 Neo menjadi varian yang berada di tengah-tengah. Menggunakan prosesor Snapdragon 865, Oppo Find X3 Neo juga menawarkan memori 256 GB dan RAM 12 GB. Untuk layarnya sedikit diturunkan, dengan bentang 6,5 inci, LCD AMOLED, dukung refresh rate 90 HzHz namun resolusi sebatas full HD plus.

Untuk kameranya, Oppo Find X3 Neo dikonfigurasi dengan kamera utama 50 MP, 16 MP ultrawide, 13 MP telephoto dan 5 MP makro. Ponsel ini juga akan menggunakan kapasitas baterai 4.500 mAh dan charger bawaan 65W, namun tidak dilengkapi wireless charging.





Oppo Find X3 Lite menjadi varian terendah. Menggunakan prosesor Snapdragon 765 namun untuk memori dibekali RAM 8 GB dan internal 128 GB. Sama-sama mengusung LCD AMOLED namun bentang layar 6,44 inci, resolusi juga sama, full HD plus.

Oppo Find X3 Lite punya konfigurasi kamera belakang 65 MP, 8 MP ultrawide, 2 MP makro dan 2 MP depth. Untuk baterai hanya dibekali 4.300 mAh, dukung charger 65W dan IP52.





Redmi Note 10 Akan Pakai Layar Super AMOLED

 


Akan hadirnya Redmi Note 10 series menarik untuk diikuti. Pasalnya ponsel Redmi Note series cukup sukses menjaring konsumen. Kini kabar terbaru datang dari Xiaomi Vice President global, Manu Kumar Jain, melalui akun Twitter-nya, ia mengkonfirmasi bahwa Redmi Note 10 series akan dibekali layar Super AMOLED.

Menarik memang, namun masih menjadi tanda tanya, apakah semua Redmi Note 10 series memakai LCD Super AMOLED atau hanya salah satu varian saja belum diketahui pasti. Hal yang sudah pasti adalah, bahwa ini adalah pertama kalinya, ponsel Redmi Note series akan hadir dengan layar Super AMOLED.

Redmi Note 10 series dijadwalkan hadir 4 Maret 2021 dengan rumor prosesor yang dipakai itu adalah Snapdragon 670, sedangkan varian yg Pro dikabarkan akan pakai Snapdragon 750.



Senin, 01 Maret 2021

Redmi K40 Namanya Akan Menjadi Poco F3 Untuk Pasar Global



Redmi K40 series sudah dirilis di Cina. Kini ada kabar baru kalau salah satu seri dari ponsel tersebut akan beredar di pasaran global namun dengan nama yang berbeda. Dan ponsel itu diyakini Redmi K40.

Redmi K40 untuk pasar global akan menggunakan nama Poco F3. Nah ada kemungkinan akan hadir nama Poco F3 Pro yang menjadi varian global. Poco F3 Pro bisa saja akan menjadi nama global dari Redmi K40 Pro Plus atau Redmi K40 Pro.

Poco F3 ini akam hadir dengan speakfikasi yang sama dengan Redmi K40. Prosesor Snapdragon 870 dengan paduan memori 128 GB / 256 GB dan RAM antara 6 GB hingga 12 GB. Poco F3 juga akan dilengkapi kamera belakang 48 MP, 8 MP ultrawide, 5 MP makro dan kamera depan 20 MP punch hole.

Sama dibekali baterai 4.520 mAh dengan charger bawaan 33W.

 

iQOO Z7: Pemakaian 2 Tahun

  Tidak terasa, waktu cepat berlalu, iQOO Z7 kini sudah 2 tahun digunakan. Masih menggunakan temper glass lama dan softcase bening bawaan. D...